Jalan Panjang Pangor Keselengor

Trubus Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 16:56:27

Bertahun-tahun meriset, Healwell Pharmaceutical mengolah gamat-sebutan teripang di Malaysia-sejak 1995. Perusahaan itu didirikan oleh Prof Dr Hassan Yaacob, periset gamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Malaya. Anggota famili Holothuridea itu tak hanya diolah menjadi suplemen, tetapi juga beragam produk seperti pembersih wajah, salep, sabun, dan sampo. Khusus untuk suplemen, produksinya mencapai 30.000 liter per pekan.

Bulan silam, Trubus berkesempatan mengunjungi ruang pengolahan gamat milik Healwell Pharmaceutical. Tak semua perusahaan pengolah teripang di negeri jiran berkenan membuka rahasia pengolahan. Maklum, di tengah persaingan puluhan perusahaan sejenis, kiat mengolah teripang menjadi rahasia perusahaan yang disembunyikan rapat-rapat. Inilah proses pengolahan teripang seperti disaksikan wartawan Trubus Vina Fitriani di Healwell Pharmaceutical.
Teripang-teripang hasil tangkapan nelayan Pulau Pangkor diseleksi untuk diolah. Standar mutu teripang yang diterima: warna cokelat cerah, dan tidak berbau amis.

Bagian tengah tubuh teripang dibelah secara horizontal, tetapi tak terbelah menjadi 2 bagian yang terpisah. Tujuannya untuk membersihkan jeroan seperti usus dan gonad. Kotoran-kotoran itu dipisahkan dari daging teripang.
Daging-daging teripang yang mengandung banyak air, direbus dalam belanga. Lama perebusan 3 jam hingga daging itu hancur dan air berwarna kecokelatan. Kotoran tersisa yang muncul di permukaan air rebusan dibuang dengan cara menyendok.

Setelah dingin, air rebusan teripang itu ditampung di wadah-wadah stainless steel tertutup rapat. Lama penyimpanan sebulan hingga air lambat laun berubah jernih. Tiga tahap pengolahan pertama ini dilakukan di Pulau Pangkor. Tahap selanjutnya pengolahan dipusatkan di Temasya Industrial Park, Selangor. Jadi air rebusan gamat dikirim dari Pangkor ke Selangor melalui jalur laut.

Begitu tiba di Selangor larutan gamat ditempatkan di bak besar. Lantas penyaringan demi penyaringan dilakukan secara beruntun. Total terdapat 3 tabung penyaring setinggi 2 m, dan berdiameter 35 cm. Antartabung penyaring dihubungkan dengan pipa-pipa. Sayang, Suzanna Jaafar, ahli nutrisi sekaligus kepala riset Healwell Pharmaceutical, menolak menjelaskan cara kerja peranti canggih itu.

Penyaringan tahap pertama berguna untuk menghilangkan kotoran besar yang mungkin masih terlarut pada cairan gamat. Saponin-menghambat laju alir darah- yang terkandung juga disaring. Hasil saringan tahap pertama, larutan kecokelatan tanpa busa di permukaan atas. Dari tabung filter I, larutan mengalir ke tabung berikut. Pada tahap ini, filter akan menyaring garam atau sodium klorida dan aroma tak sedap. Hasilnya, larutan berubah dari kecokelatan menjadi kekuningan. Filter III dengan metode pertukaran ion sehingga terbentuk protein yang membentuk antibodi dalam sistem kekebalan tubuh. Hasilnya, larutan gamat berubah warna menjadi putih berkabut. Itu lantaran pigmen kuning terbuang.

Pada tahap sterilisasi larutan gamat disinari ultraviolet agar higienis serta memisahkan protein bermolekul besar dan kecil. Namun, tidak mengubah senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, larutan gamat berwarna putih bersih tanpa kabut.

Ekstrak teripang lantas didinginkan sejenak pada tabung stainless steel. Dari proses ke-4 hingga terakhir memakan waktu tak lebih dari 40 menit. Larutan ini kemudian dijadikan sebagai bahan deversifi kasi produk perusahaan itu. Ada suplemen, sampo, pasta gigi, losion badan dan sabun. Produk-produk itu terserap pasar domestik dan mancanegara seperti Indonesia, Jepang, dan Uni Emirat Arab.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: